Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Pandangan Islam

0
286

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Pandangan Islam

Dalam Islam segala sesuatunya mempunyai dasar, salah satunya adalah pentingnya mendidik anak pada usia dini atau sering kita sebut anak yang masih kecil. Mengapa mendidik anak harus dimulai sejak kecil, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 78 :

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya : Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kalian bersyukur.(QS.An-Nahl :78)

Dari penjelasan ayat diatas, bahwasanya setiap manusia yang lahir kedunia ini tidak mengetahui apapun sehingga belum bisa dikatakan cerdas. Namun Allah membekali manusia dengan pendengaran yang berupa telinga, dibekali penglihatan yang berupa mata, dan juga organ yang paling penting yaitu hati. Hati sebagai cerminan dari manusia itu sendiri, sehingga tidak ada yang mengetahui isi hatinya kecuali Allah dan pemilik hati itu sendiri.

Sebagai rasa syukur maka hendaknya manusia menggunakan indera-indera yang telah diberikan oleh Allah dengan sebaik-baiknya. Salah satu perbuatan yang baik yang dapat digunakan indera pendengar adalah menggunakannya untuk mendengarkan ilmu agar mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, dan juga Indera penglihatan yang berupa mata digunakan untuk membaca agar bertambahnya wawasan.

Kemampuan dan indera yang dimiliki manusia akan hadir secara bertahap, yakni sedikit demi sedikit. Semakin besar dan bertambah umur seseorang maka bertambah pula kemampuan pendengaran, penglihatan, dan akalnya hingga sampailah manusia itu pada usia matang atau usia dewasa. Seiring dengan bertambahnya umur manusia dan bertambahnya kemampuan inderanya hal yang paling memepengaruhi dalam pendidikanya adalah keluarganya dan juga lingkungan sekitarnya. Rasulullah bersabda:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut beragama Yahudi, Nasrani ataupun Majusi”.(HR. Bukhari, Abu Daud, Ahmad)

Dari penjelasan hadist diatas, bahwanya setiap anak yang dilahirkan kedunia ini kondidinya dalam keadaan fitrah atau suci, dan tinggal kemanakah orangtuanya akan mendidik anaknya, jika orang tuanya ingin anaknya dididik secara Islam tentunya pertamakali yang dikenalkan kepada anaknya adalah Allah SWT, hal ini dapat kita lihat ketika ada bayi yang baru saja lahir dan orangtuanya muslim maka bayi itu di adzani ditelinga  kanan dan juga diqomati ditelinga kiri. Setelah itu ketika anak sudah mulai beranjak besar maka hendaknya orangtua rajin mengajaknya kemasjid untuk beribadah dan kitika sang anak mulai beranjak dewasa hendaknya anak diberi pendidikan yang bernuansa Islami seperti TPA TPQ dan juga lembaga pesantren. Anak yang mulai pendidikan agamanya sejak kecil akan lebih mudah memahami pelajarannya dan lebih  tertanam dalam hati, sehingga tidak khawatir lagi ketika besar nanti akan melakukan hal hal yang dilarang oleh Allah SWT. (wallahu’alam)

 

Tinggalkan Balasan